Bus

Bus

Sabtu, 29 Desember 2012

Parwis Rosin

Sejarah Awal Rokok

Sejarah Rokok 


Saat saya melihat para penghisap rokok, saya sejenak berfikir. "Apa sih enak nya merokok? bukan nya rokok itu banyak rugi nya?". Semakin difikir, ternyata saya juga kepikiran. "Seperti apa sih sejarah rokok itu?". Kemudian saya browsing di internet. Akhirnya banyak sekali sejarah dari rokok yang saya temukan. Baiklah, langsung saja coba saya jelaskan kembali secara singkat bagai mana sejarah rokok itu terjadi. Namun sebelum mengetahui bagaimana sejarah rokok, akan saya jelaskan dulu apa itu Rokok.

Definisi Rokok
      Dari definisi yang saya temukan di wikipedia, di sana dikatakan, Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
       Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atauserangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).

Sejarah Awal Rokok
Rokok Pipa suku Indian
      Rokok pertama kali digunakan oleh orang-orang dari suku-suku di Amerika, seperti IndianMaya, dan Aztec. Rokok pada awalnya berupa tembakau yang dibakar dan dihisap melalui sebuah pipa. Kegiatan ini awalnya dilakukan  pada saat berkumpunya beberapa suku untuk mempererat hubungan antar suku yang berbeda. Namun selain sebagai penguat hubungan antar suku, banyak juga yang menggunakan tembakau sebagai media pengobatan. Dan suku Indian menggunakannya sebagai media ritual terhadap dewa-dewa mereka.
       Kemudian, pada abad ke-16, saatChristoper Columbus dan rombongan nya datang ke Benua Amerika, sebagian dari mereka mencoba untuk menghisap tembakau. Dan akhirnya tertarik untuk membawa budaya menghisap tembaku ini ke benua asal mereka, yaitu Benua Eropa. Setelah budaya ini dibawa ke Eropa, ada seorang diplomat Prancis yang tertarik untuk mempopulerkannya ke seluruh Eropa. Dia lah Jean Nicot, yang kemudian namanya digunakan sebagai istilah Nikotin. Kebiasaan merokok pun muncul di kalangan bangsawan Eropa. Namun tidak seperti suku indian, yang menggunakannya untuk upacara ritual, para bangsawan Eropa menggunakannya untuk kesenangan belaka.
       Kepopuleran nya yang semakin meningkat di Eropa membuat John Rolfetertarik untuk membudidayakan tembakau dengan lebih serius. John Rolfe adalah orang pertama yang berhasil menanam tembakau dalam skala besar, yang kemudian diikuti oleh perdagangan dan pengiriman tembakau dari AS ke Eropa. Secara ilmiah, buku petunjuk bertanam tembakau pertama kali diterbitkan di Inggris pada tahun 1855.
      Setelah itu, pada abad ke-17, Para pedagang dari Spanyol masuk ke Turki, yang merupakan negara Islam. Dan akhirnya kemudian kebiasaan merokok masuk ke negara-negara Islam.


Sejarah Rokok di Indonesia/Rokok Kretek
Rokok Kretek Indonesia
      Kisah kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal-usul yang akurat tentang rokok kretek. Menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Setelah itu, sakitnya pun reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.
      Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkeh. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya, Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini pun menyebar cepat. Permintaan "rokok obat" ini pun mengalir. Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkeh. Lantaran ketika dihisap, cengkeh yang terbakar mengeluarkan bunyi "keretek", maka rokok temuan Djamari ini dikenal dengan "rokok kretek". Awalnya, kretek ini dibungkus klobot atau daun jagung kering. Dijual per ikat dimana setiap ikat terdiri dari 10, tanpa selubung kemasan sama sekali. Rokok kretek pun kian dikenal. Konon Djamari meninggal pada 1890. Identitas dan asal-usulnya hingga kini masih samar. Hanya temuannya itu yang terus berkembang.
      Sepuluh tahun kemudian, penemuan Djamari menjadi dagangan memikat di tangan Nitisemito, perintis industri rokok di Kudus. Bisnis rokok dimulai oleh Nitisemito pada 1906 dan pada 1908 usahanya resmi terdaftar dengan merek"Tjap Bal Tiga". Bisa dikatakan langkah Nitisemito itu menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia.
      Menurut beberapa babad legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sudah sejak lama. Bahkan sebelun Haji Djamari dan Nitisemito merintisnya. Tercatat dalam Kisah Roro Mendut, yang menggambarkan seorang putri dari Pati yang dijadikan istri oleh Tumenggung Wiroguno, salah seorang panglima perang kepercayaan Sultan Agung menjual rokok "klobot" (rokok kretek dengan bungkus daun jangung kering) yang disukai pembeli terutama kaum laki-laki karena rokok itu direkatkan dengan ludahnya.

Senin, 17 Desember 2012

Rosalia Indah Era baru 2013
Jaya Legacy

Sejarah Bus Safari Dharma Raya


Sejarah Po Safari Dharma Raya

PT. Safari Dharma Sakti (dengan nama dagang PO. SAFARI DHARMA RAYA) mulai berdiri tahun 1969 dikota Temanggung, Jawa Tengah dengan nama PO. OBL yang mana merupakan singkatan initial nama dari pemiliknya Oei Bie Lay (Darmoyuwono).1960
Rute awal yang dijalani adalah rute jarak pendek yaitu jurusan Magelang – Ngadirejo PP. Dalam perkembangan usaha jasa angkutan ini mulai merambah ke armada bis malam pada tahun 1971 dengan rute Temanggung – Surabaya – Malang PP (baik melalui Yogyakarta maupun Semarang).1960
Dan kemudian semakin berkembang dengan menambah rute jurusan Yogyakarta – Jakarta PP pada tahun 1974.1960
Kemudian pada tahun 1989 membuka 2 jurusan baru sekaligus yaitu Jakarta – Denpasar PP dan Temanggung-Yogyakarta – Denpasar PP.1960
Agar lebih berkonsentrasi pada armada bis malam dengan spesialisasi kelas eksekutif dan super eksekutif maka rute bis siang mulai tahun 1984 tidak dijalani lagi.1960
Sepeninggal Bp. Darmoyuwono (tahun 1989), PO. SAFARI DHARMA RAYA dijalankan oleh dua orang putranya yaitu Hendro Darmoyuwono yang berkantor di Jakarta dan Santoso yang berkantor di Temanggung dengan di bawah pengawasan lbu Soetari Darmoyuwono.
Mulai tahun 1997 ada penambahan rute baru yaitu jurusan Jakarta – Mataram PP dan Temanggung – Yogyakarta – Mataram PP dan pada tahun 2001 mulai menambah rute baru dengan melayani jurusan Solo – Semarang – Jakarta PP. di tahun ini juga mulai memasuki Pulau Sumbawa dengan membuka rute Jakarta – Bima PP. Sedangkan untuk jurusan Temanggung – Yogyakarta – Bima ijin trayek sudah diperoleh dan saat ini armada sedang dalam proses karoseri, diharapkan sebelum akhir tahun 2003 rute tersebut sudah dapat dilayani.1960
Atas tawaran dari salah seorang relasi, pada tahun 1999, PT. SAFARI DHARMA SAKTI kerjasama untuk pengadaan beberapa unit bis angkutan bandara guna dioperasikan di bandara Juanda Surabaya dengan masa kontrak selama 3 tahun, yang mana kontrak tersebut telah berakhir pada tahun 2002.1960
Sejalan dengan banyaknya permintaan dari para pelanggan dan biro perjalanan agar PO. SAFARI DHARMA RAYA tidak hanya menyediakan bis eksekutif dan super eksekutif saja, maka sejak akhir tahun 2000 mulai menyediakan bis-bis pariwisata dengan beberapa pilihan kapasitas tempat duduk sesuai dengan kebutuhan/permintaan para pengguna jasa layanan kami.1960
Pada tahun 2002 PT. SAFARI DHARMA SAKTI mengikuti proses tender pengadaan & pelayanan bis angkutan bandara yang diadakan oleh PT. GAPURA ANGKASA untuk pelayanan di dalam bandara Ngurah Rai Denpasar & berhasil mendapatkan kepercayaan dari PT. GAPURA ANGKASA untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dengan masa kontrak awal selama 5 tahun.1960
Dengan pengalaman selama lebih dari 30 tahun menggeluti bisnis transportasi penumpang dengan spesialisasi pada bis-bis eksekutif & super eksekutif yang kemudian diperluas dengan bis pariwisata
dan bus angkutan bandara, ke depan di samping tetap konsisten mengembangkan sektor tersebut, PO. SAFARI DHARMA RAYA akan melakukan penetrasi pasar dengan menggarap kebutuhan akan
armada bis dengan spesifikasi ataupun kebutuhan khusus, misalnya bis untuk angkutan karyawan perkebunan ataupun pertambangan yang menuntut tingkat keselamatan yang tinggi.
1960
Dibawah ini adalah perjalanan usaha dari PO. SAFARI DHARMA RAYA :
tahun01
tahun2
tahun03
tahun04
tahun05

Sejarah PO.Rosalia Indah


Sejarah Po Rosalia Indah

  Berbekal pengalaman di bidang transportasi serta jiwa kepemimpinan yang teruji dan penuh motivasi untuk sukses, pasangan suami istri, Yustinus Soeroso dengan Yustina Rahyuni Soeroso merintis dari nol perusahaan perseorangan yang bergerak di bidang jasa transportasi darat dengan nama PO. ROSALIA INDAH.
Pada Mei 1987 BPU. ROSALIA INDAH mengembangkan sayap usahanya dengan menggunakan sarana angkutan bis dalam mengoperasionalkan unit usahanya. Jasa layanan angkutan darat bis AKDP (Antar Kota Dalam Propinsi) ini hanya beroperasi beberapa waktu saja karena iklim kompetisi usaha di bidang jasa angkutan di Jawa Tengah saat itu memang sedang sangat ketat.
Perusahaan yang baru didirikan ini mengalami akselerasi perkembangan yang dinamis sehingga pada tanggal 21 Maret 1991 Perusahaan Otobus ROSALIA INDAH mengantongi izin usaha BIRO PERJALANAN UMUM (BPU) ROSALIA INDAH No. 05/D.2/BPU/III/1991 dengan alamat kantor di Jalan Raya Solo – Sragen KM. 7,5 Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah.
BIRO PERJALANAN UMUM ROSALIA INDAH adalah sebuah perusahaan yang sedang berkembang pesat dan merupakan perusahaan pribumi yang diperhitungkan dalam percaturan bisnis jasa angkutan darat di Indonesia. Perusahaan yang selalu mengedepankan pelayanan, keamanan, kenyamanan serta kebersihan armadanya ini pada tahun 1983 mulai mengoperasionalkan 1 (satu) kendaraan bermesin Isuzu dengan jalur lintasan/trayek antar kota jurusan Yogyakarta – Solo – Surabaya – Malang. Perkembangan selanjutnya armada Rosalia Indah bermesin Colt Diesel.
Ketatnya kondisi persaingan bisnis transportasi darat di era 1990-an bukan menjadi kendala bagi BPU. ROSALIA INDAH bahkan pada masa itu dijadikan titik tolak dari yang semula berorientasi pada pelayanan transportasi AKDP menjadi AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) yang lebih memiliki daya jangkau luas, lebih handal dan lebih mantap hingga saat ini, dengan sumber daya manusia lebih dari 1000 personil dan lebih dari 140 kantor perwakilan dan agen Rosalia Indah tersebar di Jawa – Sumatera. Bahkan BPU. ROSALIA INDAH juga telah siap melayani pangsa pasar pariwisata dengan armada travel L-300 ataupun carter bis pariwisata.

Sejarah Bulu Tangkis ( Badminton )

   Masyarakat Indonesia tentu sudah akrab dengan olahraga bulu tangkis, meski bulu tangkis bukan olah raga asli bangsa Indonesia.

Olah raga permainan ini berasal dari India. Dulu di sana disebut poona. Tidak ada penjelasan bagaimana dulu poona yang menjadi cikal bakal bulu tangkis dimainkan. Yang jelas, poona terus-menerus mengalami perkembangan, terutama setelah dibawa ke Inggris dan berkembang di Eropa.

Oh ya, jauuuh sebelum poona dimainkan di India, masyarakat China kuno pun sudah mengenal olahraga jenis bulu tangkis ini. Di abad ke-5 SM, masyarakat China memainkan ti jian zi, Ti jian zi juga dimainkan seperti bulu tangkis meski ada perbedaannya sedikit. Ti jian zi dimainkan juga dengan kumpulan atau buntalan bulu burung atau semacam bola kok pada permainan bulu tangkis. Tetapi ti jian zi tidak menggunakan alat seperti raket. Buntalan bulu burung itu ditendang seperti permainan sepak bola. Permainan serupa ti jian zi tersebut dalam perkembangannya dimainkan juga di Jepang, India dan Yunani.

Nah di India inilah olah raga menangkis bulu angsa ini terus berkembang menjadi poona. Di seputar tahun 1600-an Masehi permainan sejenis bulu tangkis terus mengalami perkembangan dan menjadi salah satu permainan anak-anak.

Di India sendiri, sampai menjelang abad ke-19, poona berkembang. Para tentara Inggris yang menduduki India saat itu juga ikut-ikutan memperhatikan permainan tangkis-menangkis bulu burung ini. Mereka mempelajarinya dengan tekun dan bersemangat. Kemudian, ketika para tentara kembali ke tanah airnya di Inggris, bulu tangkis pun ikut terbawa. Di Inggris, bulu tangkis juga mudah digemari..

Karena itu ada yang bilang bahwa asal olahraga bulu tangkis dari Inggris. Padahal kalau dirunut dari sejarahnya, olahraga ini tidak asli Inggris. Tetapi memang, Inggris-lah yang mengembangkan permainan ini menjadi bulu tangkis seperti yang sekarang kita kenal. 

Tahun 1863 Duke of Beauford memperkenalkan secara resmi permainan olahraga bulu tangkis di kompleks tempat tinggalnya di Badminton House, di London. Sejak Duke of Beauford memperkenalkan bulu tangkis, klub olah raga itu juga mulai didirikan. Saat itu hanya kalangan orang elite atau bangsawan yang boleh bermain bulu tangkis. Itu berlangsung sampai akhir abad ke-19.

Seiring dengan berjalannya waktu, bulu tangkis berkembang dengan aturan-aturan permainan yang dipakai dalam pertandingan seperti sekarang ini. Berhubung di Inggris olah raga ini diresmikan di daerah Badminton, maka sampai hari ini semua orang di dunia mengenal olahraga bulu tangkis sama dengan badminton. Tahun 1934, berdiri Persatuan Bulu Tangkis Dunia atau International Badminton Federation (IBF).

Jika dilihat riwayat bulu tangkis seperti di atas, China tak asing dengan olah raga tepok bulu ini. Prestasinya pun, baik pria maupun wanitanya sulit ditembus oleh pemain dari negri-negri lain yang ada di dunia ini! Ada banyak faktor yang menyebabkan prestasi mereka kini gemilang. Yang pasti mereka terkait dengan cikal bakal olah raga ini. Namun mesti terkait dalam riwayat munculnya bulu tangkis dan juga memiliki penduduk yang banyak, tidak serta merta mempunyai prestasi yang gemilang juga !!

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/history/2074239-sejarah-bulutangkis/#ixzz2FQ5Mtt76

Sejarah Marawis

Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.
Kesenian marawis ini telah berusia kurang lebih 400 tahun yang semula berasal dari kawasan Kuwait, mula2 alat ini hanya terdiri dari 2 jenis alat permainan saja yaitu hajer dan marawis dengan ukuran yang tidak seperti saat ini kita lihat, melainkan semacam sebuah rebana dengan berukuran cukup besar yang kedua sisinya dilapisi oleh kulit binatang.

Namun kesenian ini tidak populer di negara kuwait sehingga sedikit sekali orang yang memahami bahwa kesenian ini bermula/berasal dari negara kuwait. Ketika kesenian ini mulai dikenal di negara yaman maka kesenian ini pun diadopsi oleh negara Yaman, sehingga kesenian ini menjadi populer, hal ini disebabkan alat musik yang ada di modifikasi sedemikian rupa agar menjadi lebih menarik. maka diubahlah sedikit demi sedikit alat musik yang bermula berukuran besar menjadi ukuran yang sedang yang seperti saai ini kita lihat yaitu ukuran yang cukup besar (seperti gendang) dan marawis yang ukurannya lebih kecil dari hajer.

Di daerah Yaman kesenian ini sering kali dimainkan pada saat perayaan tertentu, yaitu Perayaan perkawinan, Maulid nabi saw, Khitanan, dsb.... dan lebih kesenian ini menajdi lebih sangat populer karena pernah dimainkan untuk menyambut tamu yang berasal dari luar Yaman sebagai kesenian penghormatan.

Kesenian marawis ini hampir identik dengan dengan kesenian Sufi karena setiap Syair yang dibawakan mengandung puji2an kepada Rasulullah beserta keluarga, para Wali dan Permohonan doa kepada Allah SWT.

Marawis di Indonesia

Mengenai Sejarah masuknya kesenian Marawis ke Indonesia, pertama kali kesenian ini dibawa oleh para Ulama Hadramout (yaman) yang berdakwah ke Indonesia dan dipentaskan pertama kali di Kota Madura, hal ini terjadi akhir abad ke 19 M. selain di Kota madura kesenian ini juga dibawa ke daerah Bondowoso (kawasan kecil yang terletak di ujung timur Propinsi Jawa Timur) dan kesenian ini menjadi popluer di kota Bondowoso karena antusias masyarakat di Bondowoso yang ingin mempelajari dan menekuni kesenian ini. sehingga sampai saat ini Diakui oleh seluruh pemerhati kebudayaan Hajaer marawis bahwa Kesenian Marawis Pupoler pertama kali di Bondowoso.

Secara Umum, Alat musik ini terdiri dari:
  • Marawis
    Merupakan gendang kecil berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm. Alat ini terbuat dari kayu yang bagian tengahnya dilubangi dalat inilah yang menjadi ciri khas dari musik jenis ini, sehingga musik jenis ini pun disebut dengan Marawis.
    Gambar alat Marawis
  • Hajir disebut juga hajir marawis
    Merupakan sebuah Gendang yang berukuran diameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 cm,
    Alat ini terbuat dari kayu yang bagian tengahnya dilubangi sehingga berbentuk mirip sebuah tabung. Kedua bagian ujungnya ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai selaput / memberan. Adapun kulit binatang yang biasa digunakan adalah kulit kambing atau domba.
    Gambar alat musik Hajir
  • Dumbuk Pinggang
    Dumbuk merupakan alat musik sejenis gendang yang berbentuk mirip dandang, Bagian tengah dan kedua ujungnya memliki diameter yang berbeda - beda, diameter terbesar pada ujung yang detutup dengan selaput/membrean dari mika, kemudian disusul bagian ujung yang terbuka, sedangkan pada bagian tengah memiliki diameter terkecil. adapun disebut dumbuk pinggang karena dalam penggunaannya alat ini diletakkan di pinggang.
    Gambar dumbuk pinggang
  • Dumbuk Batu
    Bentuk alat ini mirip dengan dumbuk pinggang, hanya saja mempunyai ukuran yang sedikit lebih besar. adapun disebut dumbuk batu karena konon pada awalnya terbuat dari batu.
    Gambar dumbuk Batu
  • Simbal dan Tamborin
    kadang kala musik marawis dilengkapi dengan tamborin atau krecek dan [Symbal] yang berdiameter kecil dimana kedua alat ini digabungkan menjadi satu kesatuan
    Gambar Simbal dan tamborin


Dalam Katalog Pekan Musik Daerah, Dinas Kebudayaan DKI, 1997, terdapat tiga jenis pukulan atau nada, yaitu zapin, sarah, dan zahefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung, seperti lagu berbalas pantun. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.

Pukulan sarah dipakai untuk mengarak pengantin. Sedangkan zahefah mengiringi lagu di majlis. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat. Dalam marawis juga dikenal istilah ngepang yang artinya berbalasan memukul dan ngangkat. Selain mengiringi acara hajatan seperti sunatan dan pesta perkawinan, marawis juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni-budaya Islam.


Jumlah Pemain

Musik ini dimainkan oleh minimal sepuluh orang. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi. Terkadang, untuk membangkitkan semangat, beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu. Semua pemainnya pria, dengan busana gamis dan celana panjang, serta berpeci. Uniknya, pemain marawis bersifat turun temurun. Sebagian besar masih dalam hubungan darah - kakek, cucu, dan keponakan. Sekarang hampir di setiap wilayah terdapat marawis.

Sumber:
JUAL ALAT MUSIK MARAWIS & REBANA
distributor alat musik marawis hadroh rebana qosidah